5 Tempat Kuliner Malam di Jakarta Ini yang Populer dan Enak

Jakarta memang nggak pernah tidur. Bukan cuma pusat bisnis dan hiburan, tapi juga surganya pencinta kuliner malam. Mulai dari street food yang legendaris sampai spot modern dengan menu kekinian, semua bisa kamu temukan begitu matahari terbenam.

Buat kamu yang suka nongkrong sambil kulineran, ada banyak tempat kuliner malam Jakarta yang wajib masuk daftar. Selain rasanya yang bikin nagih, suasananya juga asik buat hangout bareng teman atau keluarga.

Di artikel ini, kita bakal membahas lima tempat kuliner malam yang populer, enak, dan layak kamu coba.


Keunikan Kuliner Malam di Jakarta

Kuliner malam di Jakarta punya pesona yang khas. Meskipun banyak restoran buka siang hari, justru di malam hari suasana terasa lebih hidup. Dari gerobak kaki lima di pinggir jalan sampai restoran 24 jam, semua punya daya tarik sendiri.

Beberapa alasan kenapa kuliner malam di Jakarta selalu rame:

  • Variasi menu yang beragam: Dari nasi goreng, sate, seafood, sampai makanan mancanegara.
  • Suasana lebih santai: Cocok buat ngobrol panjang atau sekadar melepas penat.
  • Harga bervariasi: Ada yang ramah kantong, ada juga yang premium, tergantung pilihanmu.

1. Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih

Kalau ngomongin kuliner malam legendaris di Jakarta, nama ini hampir selalu muncul. Berlokasi di pusat kota, Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih sudah terkenal sejak puluhan tahun lalu.

Daya tariknya:

  • Aroma rempah yang kuat dan khas.
  • Porsi besar dengan potongan daging kambing empuk.
  • Buka sampai larut malam, jadi aman buat yang kelaparan tengah malam.

Tips: Datang agak awal, karena antreannya bisa panjang terutama di akhir pekan.


2. Seafood 68 Santa

Buat pencinta seafood, tempat ini ibarat surga. Terletak di kawasan Santa, Jakarta Selatan, Seafood 68 Santa selalu rame pengunjung, terutama di malam hari.

Kenapa wajib dicoba:

  • Menu bervariasi: kepiting saus tiram, cumi bakar, udang saus padang, dan masih banyak lagi.
  • Bumbu yang meresap sempurna dengan porsi melimpah.
  • Harganya masih terjangkau untuk kualitas rasa yang didapat.

Fun fact: Banyak pelanggan bilang rasa bumbunya bikin ketagihan dan beda dari seafood kaki lima lainnya.


3. Sate Khas Senayan (Cabang Cikini)

Walaupun punya banyak cabang dan konsepnya lebih modern, Sate Khas Senayan di Cikini punya vibe malam yang nyaman. Lokasinya strategis dan gampang diakses dari mana saja.

Kelebihan:

  • Menu sate ayam, sate kambing, hingga sate lilit yang juicy.
  • Pilihan menu pendamping seperti gado-gado dan sop buntut yang nggak kalah enak.
  • Tempatnya nyaman untuk makan bareng keluarga atau meeting santai.

4. Warung Wakaka

Kalau kamu mau kuliner malam yang lebih kekinian dan Instagramable, Warung Wakaka bisa jadi pilihan. Ada beberapa cabang di Jakarta yang buka sampai dini hari.

Yang bikin rame:

  • Menu variatif: dari indomie keju, martabak mini, sampai minuman boba.
  • Harga bersahabat buat kantong anak muda.
  • Spot foto yang estetik, cocok untuk update media sosial.

Catatan: Cocok banget untuk nongkrong ramean sambil pesan berbagai menu sharing.


5. Bubur Ayam Barito

Siapa bilang bubur cuma enak dimakan pagi? Bubur Ayam Barito di kawasan Barito, Jakarta Selatan, buka sampai malam dan selalu rame pengunjung.

Ciri khas:

  • Tekstur buburnya lembut dengan topping ayam, cakwe, dan telur mentah yang dimasak di dalam bubur panas.
  • Rasa gurihnya pas, apalagi kalau ditambah sambal dan kecap.
  • Cocok buat menu ringan sebelum pulang atau sebagai comfort food malam hari.

Tips Menikmati Kuliner Malam di Jakarta

1. Perhatikan Jam Operasional

Beberapa tempat kuliner malam punya jam buka terbatas, jadi pastikan datang sesuai jadwal.

2. Siapkan Uang Tunai

Meski banyak yang sudah menerima pembayaran non-tunai, pedagang kaki lima biasanya lebih nyaman dengan uang cash.

3. Pilih Menu yang Lagi Hits

Mencoba menu andalan atau yang lagi viral bisa jadi pengalaman kuliner yang seru.


Kuliner Malam: Lebih dari Sekadar Makan

Berburu kuliner malam di Jakarta bukan cuma soal mengenyangkan perut, tapi juga menikmati suasana kota di waktu berbeda. Lampu-lampu jalan, aroma makanan yang menggoda, hingga interaksi dengan penjual menjadi bagian dari pengalaman itu sendiri.